Meski tanggal 17 Agustus masih jauh, masih 3 minggu lebih, tapi di kantorku gaungnya sudah terasa mengilik-ilik telinga. Sebenarnya bukan tentang kemerdekaan yang jadi topik utama, juga bukan tentang nasionalisme, bahkan juga bukan tentang persatuan dan kesatuan (nyontek istilah nih) Artajasa. Ini hanya tentang “hura-hura” kami di tengah sibuknya deadline dan gencetan dari AJ 1 alias big boss.
Dengan bekal itu terbentuklah sekumpulan panitia yang tugasnya membuat Artajasa -yang notabene anaknya Lintasarta, yang berarti cucunya Indosat, yang semua orang tau klo Indosat itu saham mayoritasnya bukan punya Indonesia- sadar diri bahwa kita masih menyewa tanah di negeri ini.
Berkat kegigihan panitia dalam melobi boss untuk membuat acara yang “hampir” biasa, soalnya ada beberapa acara yang unik terpaksa dibatalkan. Acara yang “dengan ikhlas” tidak jadi dilakukan contohnya pertandingan bridge. “Olahraga” yang dianggap cukup menarik dan diusulkan oleh kawula muda ini mungkin dianggap boss merugikan jam kantor. Karena selain membuat ketagihan, belum apa-apa ada yang mengusulkan untuk membawa kartu ke kantor sebagai latihan.
Untunglah masih dibolehkan ada pertandingan gaple. Permainan yang bagi sebagian orang hanya sekelas cangkulan -permainan yang mengandalkan keberuntungan dan biasanya dimainkan para ronda-wan dan tetek-wan ini- ternyata (kabar dari agustusan tahun lalu) mampu menguras otak dan dimainkan dengan strategi-strategi yang nggak kalah canggihnya dengan bridge.
Acara lain masih seputar acara olahraga yang biasa, ada pertandingan tenis meja, tenis lapangan, bulutangkis, volley, basket 3 on 3 (tapi bukan crashbone lho….., yang ini tetep pake 2 basket dengan lapangan yang lebih kecil). Alhamdulillah ada juga acara futsal atau sepakbola ya (apa bedanya sih) namanya sepakbola pantai, jadi mirip volley pantai tapi gak pake net, terus pemainnya 5 orang bukan 2 orang, bolanya ditendang pake kaki bukan pake tangan dan setiap team harus memasukkan bola ke gawang lawan (yee…itu emang namanya sepak bola)…yang jelas gak ada yang pake bikini (hi hi hi…kecewa).
Dari semua pertandingan yang sepertinya maskulin banget, ada karaoke khusus buat yang merasa pede memiliki suara bagus untuk diperdengarkan, bukan di”sumbang”kan. Terutama untuk disuguhkan pada acara puncak yang acaranya masih dirahasiakan oleh panitia (tapi aku sudah nyumbang ide bikin lomba kayak pas anak-anak dulu, makan kerupuk, ambil koin di durian, mecahin balon isi cat…sadis).
Akhirnya, salut banget sama panitianya yang dibalik kesibukan dan rutinitas kerja masih sempet mikiran kebutuhan “budak-budak” ini. Sayangnya ada beberapa orang yang harus mengejar target untuk menyelesaikan proyek SKN bulan ini…..dan itu lho…mosok catur wae dilarang…….
Ikut lomba nyanyi aja..
Ada kategori penyumbang lagu terbaik nggak?
*membuat sumbang
Comment by irayus — July 28, 2005 @ 1:13 am
mesakke biiiangeet…mosok mung dolanan kayu cilik-cilik wae ora entuuk…usuuul Jeng, ..sing lomba nyanyi nganggo bikini wae..kan impaaasss…
Comment by estee larasati — July 29, 2005 @ 8:04 am
kalo mo sukses masalah jomblo, so pasti ikutan workshop di hitmansystem.com
Comment by cowok — February 22, 2007 @ 2:17 am