Hari pertama Ramadhan serasa panjang, maklum, banyak kegiatan baru yang gak ada di bulan-bulan sebelumnya. Tarawih, sahur, sholat tepat waktu, tadarus rutin…ternyata semua itu membuat waktu serasa panjang dan amat berharga.
Hari pertama ini belum-belum sudah dinodai dengan ‘kesebelan’ dan ‘kesombonganku’ - setidaknya begitu menurut temanku. Entahlah, menurutku bukan aku yang menjadi pendiam, ataupun menjadi sombong. Menurutku dialah yang telah berubah dan mengubah ekspektasiku yang baik-baik tentang dia. Huh, bahkan di Ramadhan pun aku tak mau mengakui kemungkinan akulah yang salah
Ramadhan hari pertama, 2 jam lagi berlalu dengan terucap doa…
“Ya Allah, bukakanlah hatiku yang penuh prasangka, lancarkanlah lisanku untuk mengatakan kebenaran dan hadirkanlah kekuatanku untuk menjalani Ramadhan ini. Amin”
Hmm..
*minum kolak lagi*
Comment by hericz — October 5, 2005 @ 11:17 am
ooooooow…. ^_^ hari kedua dan seterusnya njuk ngapain Ra??
hehe…
Comment by Nheeya — October 21, 2005 @ 4:26 am
naa…itu, gak tau deh, hari kedua dan seterusnya ancur, yang gak ancur cuman pertemanan kami, he he
Comment by irayus — October 24, 2005 @ 1:44 am