Hari pertama Ramadhan serasa panjang, maklum, banyak kegiatan baru yang gak ada di bulan-bulan sebelumnya. Tarawih, sahur, sholat tepat waktu, tadarus rutin…ternyata semua itu membuat waktu serasa panjang dan amat berharga.

Hari pertama ini belum-belum sudah dinodai dengan ‘kesebelan’ dan ‘kesombonganku’ - setidaknya begitu menurut temanku. Entahlah, menurutku bukan aku yang menjadi pendiam, ataupun menjadi sombong. Menurutku dialah yang telah berubah dan mengubah ekspektasiku yang baik-baik tentang dia. Huh, bahkan di Ramadhan pun aku tak mau mengakui kemungkinan akulah yang salah

Ramadhan hari pertama, 2 jam lagi berlalu dengan terucap doa…
“Ya Allah, bukakanlah hatiku yang penuh prasangka, lancarkanlah lisanku untuk mengatakan kebenaran dan hadirkanlah kekuatanku untuk menjalani Ramadhan ini. Amin”