Kinanthi Ny(S)andhung

curhatDecember 15, 2005 10:54 am

Temanku pernah mengirimkan sebuah email, isinya tentang pertanyaan-pertanyaan yang selalu akan ditanyakan orang sepanjang hidup kita. Ini bukan pertanyaan serius seperti untuk apa kita diciptakan, untuk apa kita ditaruh di bumi, siapa yang menciptakan kita. Pertanyaan-pertanyaan ini lebih ke pertanyaan sederhana yang kesannya hanya basa-basi, seperti pertanyaan yang sering dilontarkan ibu-ibu ketika arisan, atau ketika kita ketemu teman/tetangga kita di jalan.

Pertanyaan ini biasanya dimulai ketika kita dianggap sudah bisa menentukan atau memutuskan arah hidup kita. Biasanya sesudah kita lulus SMA, meski beberapa orang telah berani memutuskan jalan hidupnya jauh sebelum itu.

Setelah lulus SMA, pertanyaan yang selalu dilontarkan adalah,”Nglanjutin kuliah di mana?”. Beruntung bagi orang-orang yang dapat dengan PD menjawabnya, bagi orang-orang yang bahkan untuk kuliah aja dia nggak mampu (secara finansial), that question is so suck.

Setelah lulus kuliah, pertanyaan kembali berubah jadi,”Sekarang kerja dimana?”. Pertanyaan itu menyesakkan dada dan membungkamkan mulut klo ternyata kita dah berbulan2 masih belum juga dapat kerjaan. Setelah kuliah, pertanyaan selanjutnya berganti arah seputar cinta,”Gimana, udah punya pacar belum”. Bagi yang sudah punya pacar, pertanyaan ditambah dengan, “Kapan menikah?”. Untuk aku sendiri, pertanyaan ini sekarang yang paling bikin pengen nimpuk yang nanya.

Pertanyaan dilanjutkan dengan, “Kapan punya anak?, anaknya sekolah dimana, terus nglanjutin ke mana, terus terus….”. Hingga akhirnya pertanyaan itu agak di-sharing ke anak kita. Karena toh pertanyaan di atas selain diajukan ke kita biasanya diajukan juga ke ortu kita. Dan itu bikin ortu kita gelagapan juga jawabnya.
Untunglah tak ada yang menanyakan,”Kapan nih matinya?”. Hi hi, klo yang itu gak usah ditimpuk, jawab aja,”Sehari sebelum kamu!”

Pertanyaan Bodoh Untukku
Bagi aku sendiri sih pertanyaan seperti itu anggap saja ungkapan persaudaraan, pertemanan, sebagai rasa mereka masih peduli ke kita. BUT ada beberapa pertanyaan yang sering banget dilontarkan ke aku dan bikin gondok.

1. Kenapa kamu sekolah di Yogya, emang di kota kamu gak ada SMA?
Setiap kali aku cerita klo aku pertama kali kost adalah ketika berumur 15 tahun, ketika aku harus bersekolah di Yogya yang jauhnya kira-kira 90-an km dari kotaku, (Ini hasil hitungan cintah ketika berlebaran ke rumahku), selalu aja ada yang menanyakan pertanyaan bodoh di atas.

2. Kenapa kuliah di Bandung, memangnya di Yogya gak ada universitas?
Hah…itu mah pertanyaan bodoh serupa di atas.

3. Ra, ke kantor nggak???
Pertanyaan ini biasanya datang pagi-pagi jam 7-an klo aku masih ngendon juga di kamar kost. Aduh, iya lah ke kantor, cuman kan kantor ama kost 3 menit juga nyampe…

4. Kota kamu Temanggung kan Ra, beda ya sama Tulungagung?
Please deh, jumlah suku katanya aja beda, bunyinya juga beda…*Lina pun ikut manyun*

5. Kapan nikah Ra, emangnya apalagi sih yang ditunggu?
Huh…*memonyongkan mulut kayak masa kecil dulu*

Jadi untuk amannya, mending kamu gak usah menanyakan pertanyaan bodoh di atas meski kamu bener-bener peduli karena aku mungkin akan dengan tega menganggapmu b****. Mending kamu pura-pura ngerti dan sok tau aja.

(Kayaknya masih ada lagi deh…sudahlah)

luvDecember 6, 2005 4:19 am

Untuk kedua kalinya, aku menangis lagi. Malam, dengan kesesakan hati, entah karena rindu atau kekesalan yang membuncah tak karuan.

Kalau saja bisa kumaki diriku, betapa stupidnya aku..
“….seperti nyanyian dalam hatiku, kau selalu ada…”

Selama kau masih di sini, masih memberikan senyumanmu yang indah, masih berkeluh kesah tentang hidupmu
…mungkin aku akan menangis lagi.

*peluk cintah selamanya*