Tahun ini, tepatnya awal bulan ini, di kantorku ada tambahan tenaga lagi. Dan kayaknya karena kantor ini semula gersang kayak kampusku dulu, makanya orang-orang yang baru adalah cewek. Kata bosku nih, biar ada penyeimbang. He he, belum tau dia, satu cewek mungkin ok, dua boleh, tapi klo sampe 5 - belum ditambah istri dan anak ceweknya - berat.
Menggusur Tempatku
Kedatangan mereka (soalnya ada 2 orang sekaligus yang masuk) salah satunya untuk menggeser posisiku. Dan aku dengan agak berat hati menyingkir untuk pindah ke fungsi lain.
Sebenarnya awalnya aku juga masih ragu-ragu, ya banyak pertimbanganlah. Salah satunya yang agak memberati adalah soal kemapanan. Selama ini aku dah merasa nyaman kerja bareng bosku, pekerjaan yang aku handle pun sedikit banyak aku dah tau celah-celahnya. Tapi dengan keyword bosan dan ingin maju, aku putuskan juga untuk pindah.
Seperti Biasa Semua Belum Pasti
Tapi itu ternyata baru rencana. Sampai bulan April, minimal Maret nanti ternyata posisiku masih sama. Masih dengan pekerjaan yang sama, bos yang sama, partner yang sama. Jadi masih ada waktu minimal 3 bulan untuk berkeluh kesah lagi. Entahlah, aku merasa segalanya menjadi tambah nggak pasti sekarang ini. Mungkin aku juga nggak pasti akan masih ada di sini hingga umurku 25 nanti.
“Apa yang kauharapkan jika umurmu seperempat abad nanti?”