Mual, apakah maag, hamil atau hutan itu jadi tumbuh di perut?
Pagi tadi sih masih baik-baik saja. Masih bangun kesiangan, masih berebutan kamar mandi dengan teman-teman kost, dan tak lupa masih mengucapkan assalamualaikum ke “ustadz”. Tapi pagi ini aku juga sarapan nasi - yang biasanya cuman minum segelas Hi Low, terus minum susu strawberi - yang biasanya sangat peduli berapa kalori yang masuk perut. Dan akhirnya ….duh, kenapa jadi mual ya…*berasa mau muntah*
Maag, hamil atau hutan itu jadi tumbuh di perut?
Kenapa aku bisa mual yah? Kalau gara-gara aku sarapan, gak banget lah, tau gara-gara minum susu, nggak juga, teman-teman kantor yang lain masih baik-baik saja setelah minum susu. Malah sebenarnya kemarin akulah yang lebih dulu memerawani susu itu dari kulkas kantor. Kalau bukan makanan, berarti kemungkinan cuman :
1. Maag
Sejak SMA gara-gara mulai jauh dari rumah, makanku mulai seenaknya. Kadang sarapan kadang tidak, makan juga tergantung situasi. Kalau lapar makan kalau tidak ya nggak makan. Bahkan kadang meski lapar pun akhirnya nggak makan juga cuman gara-gara malas keluar kost buat cari makanan. Jadinya aku potensi untuk punya penyakit yang kata dokterku wajar dimiliki seorang wanita. Namanya maag. Kata dokterku yang cerewet itu, wanita sering sekali punya maag gara-gara 3 hal. Suka makan yang pedas-pedas, suka makan yang asem-asem dan tidak suka makan (yang ini sih gara-gara diet biasanya). Tapi aku kan gak makan pedas, gak makan asem (kecuali susu tadi ternyata basi ….*jadi inget sama abang-abang yang jualan susu keliling kampung suka nyanyi lagu ini : …”susu basi nasional” *) terus aku makan. Jadi maag coret dari daftar.
2. Hamil
Wanita yang hamil biasanya mengalami perubahan hormonal yang menyebabkan perasaan tak enak dan mual. Begitukan, entahlah aku sendiri belum pernah hamil…he he, jadi yang ini nggak mungkin juga kan. Kecuali…
3. Hmmm……..
Perasaan tak enak yang membuncah di dada terus menular ke organ tubuh lain termasuk perut. Perasaan itu seperti hutan yang tumbuh…he he, itu sih definisi pribadiku.
Tapi setidaknya perasaan itu memperkuat rasa mualku, lebih tepatnya lagi memperkuat keinginan untuk tidak enak makan, tidak enak bekerja dan jadi serba salah. Tangan yang mulai berkeringat dingin dan gemetar, keringat dingin yang menjalar ke seluruh tubuh membarengi aliran darah yang semakin deras. Uhhh, perasaannya hampir sama seperti mau ujian atau disuruh presentasi pas kuliah dulu. *kok sepertinya jadi OOT ya*
Jadi intinya aku mual lebih banyak karena faktor yang terakhir. So aku mau menuntut tanggung jawab ke orang yang bikin aku jadi mual…..damn damn……