Pertama kali dia bilang klo dia mo pindah kantor, aku tersenyum. Kemudian aku tertawa dan merasa senang. Alhamdulillah, akhirnya dia akan menemukan kehidupan yang lebih baik. Berkali-kali aku mengucapkan selamat dan bertepuk tangan. Untunglah tidak kubawakan tarian kemenangan..he he…

Waktu pulang ke rumah, aku baru sadar. Kalau dia pergi……

…aku tak akan setiap hari bertemu dengannya
…aku tak akan mendengar lagi ejekan-ejekannya
…aku tak akan melihat senyum manisnya
…aku tak akan berteriak-teriak lagi memanggilnya karena dia mendadak budheg (baca : tuli) klo pake headphone

lalu…

…siapa yang akan mendengarku bercerita tentang cintah lagi
…siapa yang akan mengomentari aku kalau habis bertengkar dengan cintah di telpon
…siapa yang akan membelikan aku tissue lagi
…siapa yang akan kutawari cokelat lagi (meski jarang)
…siapa yang akan menertawaiku lagi tanpa bikin aku sakit hati
…siapa temanku bergosip tentang teman-teman jurusan, tentang kantor
…siapa temanku bercerita hal remeh temeh lagi

Aku sebal. Dulu ketika dia ada, kenapa semuanya terasa biasa saja. Kenapa sekarang bener-bener deh…malam itu pun bahkan terasa sangat menyayat. Mimpiku pun mengapa ikut-ikutan jadi buruk………sedih…….

Dan aku akan sangat kehilangan dia, sekarang, bahkan sebelum dia pergi. Aku berharap dia nggak pergi, tapi itu tak mungkin. Jadi aku berdoa saja, kuharap keberuntungannya menulariku. Amin…..

*shit, hanya dia yang orang di kantor yang gak pernah bocorin rahasia gw*