Kinanthi Ny(S)andhung

curhatFebruary 23, 2006 7:47 am

Pagi tadi sih masih baik-baik saja. Masih bangun kesiangan, masih berebutan kamar mandi dengan teman-teman kost, dan tak lupa masih mengucapkan assalamualaikum ke “ustadz”. Tapi pagi ini aku juga sarapan nasi - yang biasanya cuman minum segelas Hi Low, terus minum susu strawberi - yang biasanya sangat peduli berapa kalori yang masuk perut. Dan akhirnya ….duh, kenapa jadi mual ya…*berasa mau muntah*

Maag, hamil atau hutan itu jadi tumbuh di perut?
Kenapa aku bisa mual yah? Kalau gara-gara aku sarapan, gak banget lah, tau gara-gara minum susu, nggak juga, teman-teman kantor yang lain masih baik-baik saja setelah minum susu. Malah sebenarnya kemarin akulah yang lebih dulu memerawani susu itu dari kulkas kantor. Kalau bukan makanan, berarti kemungkinan cuman :
1. Maag
Sejak SMA gara-gara mulai jauh dari rumah, makanku mulai seenaknya. Kadang sarapan kadang tidak, makan juga tergantung situasi. Kalau lapar makan kalau tidak ya nggak makan. Bahkan kadang meski lapar pun akhirnya nggak makan juga cuman gara-gara malas keluar kost buat cari makanan. Jadinya aku potensi untuk punya penyakit yang kata dokterku wajar dimiliki seorang wanita. Namanya maag. Kata dokterku yang cerewet itu, wanita sering sekali punya maag gara-gara 3 hal. Suka makan yang pedas-pedas, suka makan yang asem-asem dan tidak suka makan (yang ini sih gara-gara diet biasanya). Tapi aku kan gak makan pedas, gak makan asem (kecuali susu tadi ternyata basi ….*jadi inget sama abang-abang yang jualan susu keliling kampung suka nyanyi lagu ini : …”susu basi nasional” *) terus aku makan. Jadi maag coret dari daftar.

2. Hamil
Wanita yang hamil biasanya mengalami perubahan hormonal yang menyebabkan perasaan tak enak dan mual. Begitukan, entahlah aku sendiri belum pernah hamil…he he, jadi yang ini nggak mungkin juga kan. Kecuali…

3. Hmmm……..
Perasaan tak enak yang membuncah di dada terus menular ke organ tubuh lain termasuk perut. Perasaan itu seperti hutan yang tumbuh…he he, itu sih definisi pribadiku.
Tapi setidaknya perasaan itu memperkuat rasa mualku, lebih tepatnya lagi memperkuat keinginan untuk tidak enak makan, tidak enak bekerja dan jadi serba salah. Tangan yang mulai berkeringat dingin dan gemetar, keringat dingin yang menjalar ke seluruh tubuh membarengi aliran darah yang semakin deras. Uhhh, perasaannya hampir sama seperti mau ujian atau disuruh presentasi pas kuliah dulu. *kok sepertinya jadi OOT ya*

Jadi intinya aku mual lebih banyak karena faktor yang terakhir. So aku mau menuntut tanggung jawab ke orang yang bikin aku jadi mual…..damn damn……

curhatDecember 15, 2005 10:54 am

Temanku pernah mengirimkan sebuah email, isinya tentang pertanyaan-pertanyaan yang selalu akan ditanyakan orang sepanjang hidup kita. Ini bukan pertanyaan serius seperti untuk apa kita diciptakan, untuk apa kita ditaruh di bumi, siapa yang menciptakan kita. Pertanyaan-pertanyaan ini lebih ke pertanyaan sederhana yang kesannya hanya basa-basi, seperti pertanyaan yang sering dilontarkan ibu-ibu ketika arisan, atau ketika kita ketemu teman/tetangga kita di jalan.

Pertanyaan ini biasanya dimulai ketika kita dianggap sudah bisa menentukan atau memutuskan arah hidup kita. Biasanya sesudah kita lulus SMA, meski beberapa orang telah berani memutuskan jalan hidupnya jauh sebelum itu.

Setelah lulus SMA, pertanyaan yang selalu dilontarkan adalah,”Nglanjutin kuliah di mana?”. Beruntung bagi orang-orang yang dapat dengan PD menjawabnya, bagi orang-orang yang bahkan untuk kuliah aja dia nggak mampu (secara finansial), that question is so suck.

Setelah lulus kuliah, pertanyaan kembali berubah jadi,”Sekarang kerja dimana?”. Pertanyaan itu menyesakkan dada dan membungkamkan mulut klo ternyata kita dah berbulan2 masih belum juga dapat kerjaan. Setelah kuliah, pertanyaan selanjutnya berganti arah seputar cinta,”Gimana, udah punya pacar belum”. Bagi yang sudah punya pacar, pertanyaan ditambah dengan, “Kapan menikah?”. Untuk aku sendiri, pertanyaan ini sekarang yang paling bikin pengen nimpuk yang nanya.

Pertanyaan dilanjutkan dengan, “Kapan punya anak?, anaknya sekolah dimana, terus nglanjutin ke mana, terus terus….”. Hingga akhirnya pertanyaan itu agak di-sharing ke anak kita. Karena toh pertanyaan di atas selain diajukan ke kita biasanya diajukan juga ke ortu kita. Dan itu bikin ortu kita gelagapan juga jawabnya.
Untunglah tak ada yang menanyakan,”Kapan nih matinya?”. Hi hi, klo yang itu gak usah ditimpuk, jawab aja,”Sehari sebelum kamu!”

Pertanyaan Bodoh Untukku
Bagi aku sendiri sih pertanyaan seperti itu anggap saja ungkapan persaudaraan, pertemanan, sebagai rasa mereka masih peduli ke kita. BUT ada beberapa pertanyaan yang sering banget dilontarkan ke aku dan bikin gondok.

1. Kenapa kamu sekolah di Yogya, emang di kota kamu gak ada SMA?
Setiap kali aku cerita klo aku pertama kali kost adalah ketika berumur 15 tahun, ketika aku harus bersekolah di Yogya yang jauhnya kira-kira 90-an km dari kotaku, (Ini hasil hitungan cintah ketika berlebaran ke rumahku), selalu aja ada yang menanyakan pertanyaan bodoh di atas.

2. Kenapa kuliah di Bandung, memangnya di Yogya gak ada universitas?
Hah…itu mah pertanyaan bodoh serupa di atas.

3. Ra, ke kantor nggak???
Pertanyaan ini biasanya datang pagi-pagi jam 7-an klo aku masih ngendon juga di kamar kost. Aduh, iya lah ke kantor, cuman kan kantor ama kost 3 menit juga nyampe…

4. Kota kamu Temanggung kan Ra, beda ya sama Tulungagung?
Please deh, jumlah suku katanya aja beda, bunyinya juga beda…*Lina pun ikut manyun*

5. Kapan nikah Ra, emangnya apalagi sih yang ditunggu?
Huh…*memonyongkan mulut kayak masa kecil dulu*

Jadi untuk amannya, mending kamu gak usah menanyakan pertanyaan bodoh di atas meski kamu bener-bener peduli karena aku mungkin akan dengan tega menganggapmu b****. Mending kamu pura-pura ngerti dan sok tau aja.

(Kayaknya masih ada lagi deh…sudahlah)

curhatNovember 29, 2005 2:54 am

Aduh, hari ini aku kesiangan lagi. Padahal tadi malam dah siap-siap masak nasi, beli lauk, nyetel alarm di dua hape. Tapi yach, jam 3 kelewat lagi. Bangun sih bangun tapi ya cuman matiin hape, trus tidur lagi. Waaa…gak jadi sahur deh *hiks hiks*

Paginya aku memutuskan untuk tetep mencoba puasa. Habis nanggung, syawal tinggal 3 hari lagi…klo hari ini kelewat, besok bisa-bisa dah males lagi *Ya Allah, ampunillah hamba-Mu yang pemalas ini*
But, belum juga berangkat ke kantor, insiden kecil yang menguras emosi terjadi.

Di kostku ada 2 kamar mandi, besar & kecil, karena lampu kamar mandi besar so terpaksa deh ngantri di kamar mandi kecil…aduh, kok lama banget yach. Karena males telat - bukan takut telat, soalnya di kantorku blum ngaruh tuh karyawan telat atau gak telat, tapi demi menghindari pertanyaan boss,”Ira, kenapa tanggal x bulan kemarin kamu telat??”, maka lebih baek gak telat aja dech. Akhirnya kuputuskan untuk sikat gigi, cuci muka & keramas di wastafel kemudian dilanjutkan mandi bebek di toilet *maafkan aku temen2 kost, terpaksa nih*

Nah, pas baliknya *tak lupa sambil ngomel2in bapak kost yang nggak care ama kondisi kost an*…..syuttt…gubrak…dengan posisi terlentang setengah badan * bayangin aja deh* aku dah jatuh di lantai deket kamar. “Ira, gak papa?”, tanya temen kostku sambil bantuin aku berdiri. Nggak sih, tapi lho..lho…kok pusing ya..

Sambil duduk menenangkan diri, entah kenapa aku tiba-tiba menangis. Mungkin karena aku cengeng - kata cintah -, aku merasa berdosa banget, Ya Allah, maafin aku yach…bapak kost maafin aku juga…

Ya Allah, hari ini aku sudah marah-marah, sudah nangis, sudah gak sahur tapi aku masih boleh puasa kan???
Ya Allah, ampunillah aku, maafkan Mas A* juga yang sudah mengajak & membujuk aku makan pagi….
*timpuk mas A*, he he*

curhatNovember 24, 2005 1:11 am

Karena kelepasan ngomong “aneh” lagi tadi malem, akhirnya hari ini aku resmi jomblo.
Benarkan??? Senangkah??? Sedihkah???
Entahlah….
Yang jelas HARI INI aku jomblo.

*mungkin hanya untuk hari ini, tergantung*

curhatOctober 28, 2005 2:30 am

“Aduh, males banget nih, hari ini aku upacara”, kata Nia, temen kost ku yang kerja di “instansi pemerintah”, pas kita makan sahur.
Hah, upacara, hari gini, upacara apaan???????
“SOEMPAH PEMOEDA!!!!!”
O, iya, hari ini kan tanggal 28 Oktober.

Dulu, pas masih SMA, uh, paling males klo ada hari-hari kebangsaan, soalnya pasti deh ada upacara. Enaknya klo jatuhnya pas hari senin, jadi bisa didobel ama upacara mingguan, eh senenan. Tapi klo gak salah, dulu biasanya gak ada upacara senin klo di minggu itu ternyata ada upacara peringatan hari besar negara. (cek ke cintah)

Satu hal lagi yang aku inget, slogan sumpah pemuda, satoe noesa satoe bangsa satoe bahasa….
Entah apa yang sebenarnya difikirkan oleh para pemuda di tanggal 28 Oktober 1928 (angkanya lucu) ketika mereka mengikrarkan 3 sumpah itu. Tapi bagi aku sendiri, sumpah pemuda dapat dimaknai, satu nusa : klo mau pergi ke luar negeri, mesti bikin pasport, visa dll…belum mikirin boleh pake jilbab gak di sana, so minimal di tanah air ini aku bebas pergi ke manapun, satu bangsa : klo ditanya orang, “kamu orang mana?” jawabnya jelas orang Indonesia *dalam hati pengen banget jawab “KULO TIYANG JAWI ” :p, satu bahasa : klo di acara resmi, meeting, bikin proposal, tugas akhir, presentasi, gunakanlah bahasa Indonesia gitu loh.

He he, yang di atas itu jelas cuman bo ongan. Mana aku inget lagi sekarang hari apa klo gak ada Nia. Ingetku sih hari ini hari terakhir aku masuk kantor, soalnya besok dah mudik ke kampoeng halaman tercinta (sama cintah).

Jadi, ayo kita mudik……

*O, iya, ternyata di Jakarta ada museum sumpah pemuda lho, lumayan klo buat tempet cintah motret*

*buat Nia : kasihan deh, pas kerja gini masih selalu upacara, tapi klo jadi anggota pengiring pengibar bendera boleh deh, ditunggu lagi tuh cipratan rejekinya tahun depan :) *

curhat, my off(ice)September 26, 2005 4:40 am

Perlu nggak sih kita datang pagi-pagi ke kantor, minimal satu jam sebelumnya?
Biasanya sih aku mikir nggak perlu, ngapain gitu loh, mending juga di rumah, bobok manis, ngrumpi sama temen sebelah kamar, atau melakukan hal lain yang lebih penting, misal nonton berita pagi di TV.
Tapi pagi ini aku memutuskan untuk berangkat ke kantor lebih pagi dari biasanya. Dengan motivasi mengerjakan PR dari boss yang belum sempet dilirik 2 hari kemarin - masak liburan suruh kerja-*timpuk boss*, jam 7 lewat dikit aku dah nongkrong di kantor. Gile, sepi bener ya, di bagianku tak tampak satupun makhluk.
Kemudian dengan bersemangat aku buka komputer, buka email, aktifin YM, baru buka file kerjaan & mulai kerja. Setengah jam kemudian temen2 lain mulai berdatangan lengkap dengan komentarnya, “tumben Ra, jam segini dah di kantor”. *lempar senyum manyun ke temen2*
Sejam kemudian, kerjaan agak kelar, agak lega, soalnya boss butuh buat meeting jam 9. Sambil cari makanan, sengaja lewat depan meja boss….lho, kok nggak ada - ditandai dengan nggak ada tas ranselnya & komputer nggak nyala- wah, payah nih. Pas aku tanyain ke sekretarisnya, bener nih, hari ini dia nggak masuk, buah hatinya lagi sakit *kasihan*.
Akhirnya aku kembali ke meja dengan malas. Sebel, dah dibela-belain masuk pagi-pagi bener, taunya…..*monyong-monyong sendiri*

BUT…..
ternyata pagi hari di Jakarta sejuk lho, jalan serasa ringan, gak keburu-buru, belum banyak mobil yang lewat di gang kostku, belum lagi kamar mandi di kost gak begitu rebutan klo mandinya pagi-pagi bener, terus klo mau sarapan dulu kayaknya lebih tenang, internet pagi-pagi gak lelet…..

TERUS….
besok pagi mau dateng pagi-pagi bener di kantor???????

NGGAK LAH, mending nglanjutin mimpi indah aja di rumah, sayang..:p

curhatJuly 20, 2005 11:00 am

menatap langit

Aku menatap langit, melihat apakah di langit ada cermin untuk melihat tanah.
Ternyata di langit hanya ada awan, yang kusam dan hujan, yang tak mampu memantulkan bumi.

Kemudian aku menatapmu, melihat apakah di wajahmu ada cermin untuk melihatku.
Ternyata di wajahmu ada mata, yang redup dan indah, yang mampu memancarkan cinta.

curhat 9:04 am

Pernah nggak suatu saat yang bersamaan “ditembak” oleh 2 orang bersamaan…dor dor…matek…Yang satu cakep, perhatian, lucu…pokoknya menyenangkan deh jadi pacar, tapi sayangnya masa kini dan masa depannya - dari segi materi - gak jelas, mungkin harus nunggu 3 sampe 5 taun lagi “hanya” untuk dinikahi (dalam konteks tujuan pacaran adalah untuk membentuk sebuah pernikahan).

Terus yang satunya lagi orangnya serius, kaku, banyak aturan….. meski sebenarnya kamu tau klo dia tuh sayang banget sama kamu. Urusan materi sih kayaknya menjanjikan, tahun depan dia mau tuh diajak nikah.

Atau pernah nggak akhirnya kamu memutuskan untuk menerima keduanya, kadang kamu jalan bareng A, kadang kamu jalan bareng B. Kadang klo kamu lagi sebel sama B, kamu bakalan ngeluh ngeluh gak jelas ke A, dan sebaliknya….gak lah, mana mau B dicurhatin urusan orang lain, paling juga selalu kamu yang disalahin.

Pernah juga nggak tiba-tiba jadwal kencannya tabrakan (habis lupa sih, maklum punya pacar satu aja stress apalagi 2, makanya suka heran kok bisa yah orang poligami keliatan tenang dan bahagia..), aduh musti gimana nih, ngikut A, ngikut B atau jalan bertiga (gak mungkin banget)….yang ada akhirnya musti membiarkan salah satunya di-bohong-in untuk kesekian kalinya…

Lalu pernah nggak setelah sekian lama “mendua”, kamu merasa bosan untuk selalu berbohong, bahkan kamu pun tak pernah bisa lagi berbuat menurut “kehendak”mu sendiri….yah mungkin inilah waktumu…….

Dan jika ini bukan tentang cinta, dan jika kamu tak pandai bicara, dan jika ini tentang karir, tentang boss, tentang pekerjaan….kamu lebih sulit untuk memutuskan….

(ah, senangnya….ternyata banyak yang mencintaiku)

curhatJuly 19, 2005 7:19 am

Akhirnya setelah melalui proses :
1. Membuka http://hericz.blogsome.com/
2. Membaca postingnya mengenai MTV bujang
3. Merasakan ke-iri-an hati pada laki-laki
4. Menerima kedatangan babe Morris (boss gue)
5. Mendapatkan tugas dari babe Morris untuk hari Kamis
6. Mencoba berdiskusi tapi gagal, akhirnya jadi ngeyel tapi gagal juga, tetep ngeyel dan tetep gagal…..
7. Merasakan ke-mangkel-an pada laki-laki
8. Menanyakan tentang blog pada laki-laki (baca:hericz)
9. Mencoba login ke blogsome
10.Mengucapkan terima kasih pada laki-laki……

aku punya blog……
….dan akhirnya ini adalah awalnya…..