Kinanthi Ny(S)andhung

luvMarch 31, 2006 2:11 am

Malam itu terasa panjang sekali, mungkin karena di sini sepi.
Seharusnya aku teringat dirimu yang tak ada di sini.
Tapi tidak, sepertinya aku hanya sesaat merasa kehadiranmu berarti.

Kuharap pagi segera tiba, dan berganti esok hari.
Aku ingin mengulangi lagi berlalunya hari.
Tapi bersama dia lagi.

Jadi, boleh tidak aku berhenti.
Sejenak saja, tak lama, sekedar menyegarkan hati.
Mungkin nanti aku juga akan kembali.
Saat itu mungkin aku akan berlari.
Mengejarmu tak henti.

Boleh? Nanti kutemani kau bahkan sampai mati.
Jadi, boleh ya, hanya untuk sesaat ini….

luvMarch 9, 2006 7:20 am

Huh, kenapa hari ini kamu dingin sekali?

Biasanya aku selalu melihat seutas senyum di bibirmu disertai ejekan-ejekan tak bermutu. Kenapa kamu tak tersenyum padaku? Kenapa kata-katamu hanya bla..bla..bla…tak ada nyawanya? Waaa….What’s wrong???? Wajahmu benar-benar beku!!

Parahnya lagi….KENAPA KAMU MASIH BEGITU MANIS!!!!

katanya kamu memang dingin yah?
*lemas dan ngantuk entah kenapa>*

luvDecember 6, 2005 4:19 am

Untuk kedua kalinya, aku menangis lagi. Malam, dengan kesesakan hati, entah karena rindu atau kekesalan yang membuncah tak karuan.

Kalau saja bisa kumaki diriku, betapa stupidnya aku..
“….seperti nyanyian dalam hatiku, kau selalu ada…”

Selama kau masih di sini, masih memberikan senyumanmu yang indah, masih berkeluh kesah tentang hidupmu
…mungkin aku akan menangis lagi.

*peluk cintah selamanya*