<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Kinanthi Ny(S)andhung</title>
	<link>http://irayus.blogsome.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Aug 2006 05:24:48 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>

	<item>
		<title>Terhenti lagi</title>
		<description>	Seharusnya aku bersemangat hari ini. Seperti minggu lalu. Dengan kesibukan lama untuk sesuatu yang baru.
Seharusnya aku mulai melanjutkan lagi hari ini. Rencana-rencana sebelumnya. Mengejar waktu yang berlari ringan tanpa beban.
Seharusnya aku bersiap-siap hari ini. Karena bekalku terasa tipis. Terlalu banyak yang aku tak punya.
Seharusnya aku tersenyum hari ini. Impianku tinggal ...</description>
		<link>http://irayus.blogsome.com/2006/08/31/terhenti-lagi/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Boleh Tidak?</title>
		<description>	Malam itu terasa panjang sekali, mungkin karena di sini sepi.
Seharusnya aku teringat dirimu yang tak ada di sini.
Tapi tidak, sepertinya aku hanya sesaat merasa kehadiranmu berarti.
	Kuharap pagi segera tiba, dan berganti esok hari.
Aku ingin mengulangi lagi berlalunya hari.
Tapi bersama dia lagi.
	Jadi, boleh tidak aku berhenti.
Sejenak saja, tak lama, sekedar menyegarkan ...</description>
		<link>http://irayus.blogsome.com/2006/03/31/boleh-tidak/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Lega, meskipun Dia akhirnya menjawab TIDAK</title>
		<description>	Ternyata butuh keberanian yang besar meski hanya sekedar untuk menanyakan hal ini padanya. Mungkin seberat ketika harus bertanya pada seseorang apakah dia mau menjadi kekasih kita.
	Ternyata butuh banyak persiapan meski sekedar untuk bertanya. Menyiapkan kata-kata pembuka, mencari moment yang tepat, menyiapkan jawaban jika dia balik menanyakan alasanku atau alasannya kenapa ...</description>
		<link>http://irayus.blogsome.com/2006/03/23/lega-meskipun-dia-akhirnya-bilang-tidak/</link>
	</item>
	<item>
		<title>I &#038; &#8220;Nu-mã, nu-mã iei&#8221;</title>
		<description>	
DRAGOSTEA DIN TEI  by O-zone 
	Ma-ia hii Ma-ia huu Ma-ia hoo Ma-ia haha (x4) 
	Alo, salut, sunt eu, un haiduc si te rog, iubirea mea, primeste fericirea.
Alo, alo, sunt eu, Picasso ti-am dat beep si sunt voinic Dar sa stii, nu-ti cer nimic. 
	Reff :
Vrei sa pleci dar nu-mã, ...</description>
		<link>http://irayus.blogsome.com/2006/03/13/i-nu-ma-nu-ma-iei/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Wajah Yang Dingin</title>
		<description>	Huh, kenapa hari ini kamu dingin sekali? 
	Biasanya aku selalu melihat seutas senyum di bibirmu disertai ejekan-ejekan tak bermutu. Kenapa kamu tak tersenyum padaku? Kenapa kata-katamu hanya bla..bla..bla&#8230;tak ada nyawanya? Waaa&#8230;.What&#8217;s wrong???? Wajahmu benar-benar beku!!
	Parahnya lagi&#8230;.KENAPA KAMU MASIH BEGITU MANIS!!!!
	katanya kamu memang dingin yah?
*lemas dan ngantuk entah kenapa>*

 </description>
		<link>http://irayus.blogsome.com/2006/03/09/wajah-yang-dingin/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Homo-homo yang Membuatku Menangis</title>
		<description>	 &#8220;Ennis merasa seakan isi perutnya ditarik keluar perlahan-lahan, sedikit demi sedikit. Dia berhenti di tepi jalan, dan dalam serbuan salju yang baru turun dia berusaha muntah, tapi tidak ada yang keluar. Belum pernah dia merasa seburuk ini, dan butuh waktu lama hingga perasaan itu hilang.&#8221;
	Sepenggal resensi yang aku lihat ...</description>
		<link>http://irayus.blogsome.com/2006/03/07/homo-homo-yang-membuatku-menangis/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Perasaan Kehilangan Ini</title>
		<description>	Pertama kali dia bilang klo dia mo pindah kantor, aku tersenyum. Kemudian aku tertawa dan merasa senang. Alhamdulillah, akhirnya dia akan menemukan kehidupan yang lebih baik. Berkali-kali aku mengucapkan selamat dan bertepuk tangan. Untunglah tidak kubawakan tarian kemenangan..he he&#8230;
	Waktu pulang ke rumah, aku baru sadar. Kalau dia pergi&#8230;&#8230;
	&#8230;aku tak akan ...</description>
		<link>http://irayus.blogsome.com/2006/03/02/perasaan-kehilangan-ini/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Mual, apakah maag, hamil atau hutan itu jadi tumbuh di perut?</title>
		<description>	Pagi tadi sih masih baik-baik saja. Masih bangun kesiangan, masih berebutan kamar mandi dengan teman-teman kost, dan tak lupa masih mengucapkan assalamualaikum ke &#8220;ustadz&#8221;. Tapi pagi ini aku juga sarapan nasi - yang biasanya cuman minum segelas Hi Low, terus minum susu strawberi - yang biasanya sangat peduli berapa kalori ...</description>
		<link>http://irayus.blogsome.com/2006/02/23/mual-apakah-maag-hamil-atau-hutan-itu-jadi-tumbuh-di-perut/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Untuk alasan yang lain</title>
		<description>	Waktu itu sebenarnya waktu paling membahagiakan bagi para pekerja. Jumat hampir pukul 5 sore. Apalagi ditambah hari senin depannya dinobatkan sebagai harpitnas. Tapi justru di saat-saat indah itu aku melakukan hal yang sangat stupid. 
	Bermula dari keinginanku  untuk sekedar curhat pada seorang teman. Karena salah paham yang nggak lucu ...</description>
		<link>http://irayus.blogsome.com/2006/01/09/untuk-alasan-yang-lain/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Akhirnya aku harus memilih</title>
		<description>	Tahun ini, tepatnya awal bulan ini, di kantorku ada tambahan tenaga lagi. Dan kayaknya karena kantor ini semula gersang kayak kampusku dulu, makanya orang-orang yang baru adalah cewek. Kata bosku nih, biar ada penyeimbang. He he, belum tau dia, satu cewek mungkin ok, dua boleh, tapi klo sampe 5 - ...</description>
		<link>http://irayus.blogsome.com/2006/01/04/akhirnya-aku-harus-memilih/</link>
	</item>
</channel>
</rss>
